Provil

Djoeragan Tempe didirikan pada tanggal 11 Maret 2011 oleh Lucky Nurrobby Achmad anak ke empat dari empat bersaudara. Berawal dari keluarga yg benar-benar kental darah sunda, Lucky sang Djoeragan Tempe walaupun besar di Kota Bekasi tapi tetap dibesarkan dengan Budaya Sunda yang sangat kental. sang Ibunda tercinta Ika Kartika yang asli Kota Intan Garut dan Sang Ayah asli Ciamis Selalu mendidik pola hidup sederhana, setiap hari di meja makan sang Lucky Kecil selalu menemui Tempe goreng dan keripik tempe dari situ pulalah jalan hidupnya yg begitu indah Dimulai.
Sosok Djoeragan pada logo Djoeragan Tempe bukanlah fiktif, beliau-lah Djoeragan Besarnya. Logo tersebut mengartikan banyak hal. Garis tegas melingkar di belakang sosok djoeragan mengartikan solidnya lingkungan keluarga Djoeragan tempe dengan aturan yang berlaku warna putih menunjukan niat tulus dan suci untuk membantu sesama dan membesarkan keluarga Djoeragan Tempe.
Warna Merah, menunjukan semangat dan daya juang dari tim dan keluarga djoeragan tempe. Lingkungan keluarga djoeragan tempe yang dinamis dengan selalu mengikuti perkembangan jaman dalam segala hal. Jaringan reseller / networking yang meluas dan visi kedepan dengan tetap berpusat pada satu komando digambarkan dengan cahaya putih bercabang banyak menjadi latar sang Djoeragan Besar. Garis Emas menandakan keistimewaan dari produk unggulan Djoeragan tempe yang mempunyai nilai jual tinggi dan cita rasa yang elegan, sehingga Tempe Gila Djoeragan Tempe menjadi pelopor keripik Tempe Pedas Pertama yang asli, sehingga dijuluki Temep Gila Best Seller #1.
Itu terbukti dengan berhasil menembus berbagai kota di berbagai belahan dunia. Konsumen dan reseller pun tersebar di beberapa benua, mulai dari Australia, Eropa, Afrika. Kemudian di Negara-negara ASEAN. Inilah yang menjadi arti nyata yang tertanam dari logo Djoeragan Tempe. Dan itu semua terjadi hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.
Dengan kalimat khas Djoeragan Tempe, “Oleh-oleh khas Bandung Sejak Sekarang” membuat Djoeragan Tempe selalu bisa beradaptasi dengan waktu alias gak ketinggalan jaman.
Komentar – komentar positif pun berdatangan dari berbagai kalangan, dari tetangga sampai Negara tetangga. Kemudian dari pembicara besar sampai penulis buku best seller.
“saya makan tempe gila 1 bungkus sendiri”  Ippho santosa
 (penulis buku Mega Best Seller 7 Keajaiban Rezeki)

0 komentar:

Posting Komentar